Intro Trading System

Intro Trading System

Sederhananya, sebuah trading system membantu seorang trader untuk bisa mendapatkan profit yang maksimal. Komponen dari sebuah trading system terdiri dari:

  1. Market: apa yang akan diperjual belikan – saham, forex, bonds, derivative, dan sebagainya. Sebuah system yang bagus dan sangat efektif untuk satu market belum tentu cocok untuk market lainnya; atau kalaupun dapat digunakan, pastinya memerlukan adaptasi.
  2. Besar Posisi: pada saat melakukan sebuah trade, berapa besar posisi yang akan diambil. Salah satu penentu utama besar sebuah posisi tentunya adalah berapa besar dana yang ada di portfolio itu sendiri, baik dana tunai maupun dana yang dapat diakses dengan marjin. Trading system yang lebih kompleks juga akan melihat instrumen yang diambil posisinya – posisi untuk saham yang likuid dengan yang tidak likuid, atau antara instrumen yang volatilitas/gerakan hariannya tinggi dengan yang rendah, mungkin akan berbeda.
  3. Entry: apa indicator untuk melakukan transaksi beli.  Pada umumnya trading system bergerak dari technical analysis dari chart instrumen yang akan dijual belikan. Trading system juga dapat merekomendasikan kapan untuk menambah posisi yang sudah ada.
  4. Stops: apa kondisi sehingga saham/instrumen yang sudah dibeli harus dijual dalam kondisi loss/rugi. Pentingnya dan keberanian untuk cut loss bagi banyak trader menjadi penentu untung tidaknya portfolio trader tersebut. Posisi kapan untuk cut loss ini bisa sederhana dalam bentuk persentase kerugian (misalnya, cut loss kalau turun 5% dari harga entry). Trading system yang lebih kompleks akan memperhitungkan juga volatilitas instrumen yang ditransaksikan – instrumen yang volatilitas/geraknya banyak tentunya stop lossnya akan lebih besar daripada instrumen yang relative tenang/stabil.
  5. Exits: apa kondisi untuk menjual / melikuidasi posisi yang dimiliki. Saham/instrumen yang sudah naik banyak, apakah sebaiknya ditahan untuk menikmati keuntungan yang lebih besar? Atau kalau ingin dilikuidasi, apa kondisinya?
  6. Taktik: dalam implementasinya, eksekusi beli atau jual sendiri dapat menggunakan taktik yang berbeda. Apakah kalau mau beli langsung ‘tabrak’ di harga offer? Kalau mau antri beli di bid atau antri jual di offer, pada posisi mana yang optimal?

Trading system yang bagus akan membantu seorang trader untuk memaksimalkan keuntungan yang bisa dia peroleh. Namun demikian, eksekusi dari sebuah trading system, tetap tergantung pada pribadi trader yang bersangkutan – disiplin, psikologis dan faktor manusiawi lainnya.

Happy Turtle Trading…

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>